Baca di Bisnis Indonesia, Jababeka mucul dan sedang membatalkan rencana pembuatan ‘dry port’. Gak terlalu yakin apa ini ‘dry port’ tapi kayaknya semacam port (pelabuhan) namun tidak perlu ada laut. Jadi lebih port sebagai administratif (mungkin), melancarkan ekspor impor. Promising sih, apalagi jika nanti jalan tol Tambun ke Priuk sudah nyambung.

Disitu disebut juga movieland, yang katanya sudah MOU dengan Multivision. Omong-omong Movieland ini tempatnya dimana sih? Pembangunan fisik yang tampak telihat di sekitar Cikarang Golf (Penabur dan Al Ahzar) lalu di Bekasi Power (Jababeka 3?). Tapi kok tak tampak Movieland ini mau dibangun dimana.
Jababeka 3? Mungkin ini sisi kiri jalan raya dari Pasir Gombong menuju Lemahabang? Who knows… tampaknya sudah mulai diratakan, dibangun jalan akses, bahkan sudah nembus sampai jalan industri yang ke Cikarang Kota (Pasar Cikarang, SGC, dlsb).
Disebut juga Medical City. Mungkin letaknya di sekitar bundaran besar yang ke arah Cikarang Golf itu? Yang kemarin habis diurug besar-besaran?
Makin berkembang. Dan juga makin hijau dengan Botanical Garden juga. Meski sekarang pohonnya masih kecil kecil hehehe…
Seems to be a good City Management.
Moga-moga aja seterusnya bisa begini, meskipun ragu juga sih kalau suatu saat nanti city management dialihkan ke PEMDA apa bisa masih serapi sekarang???
Hopefully Cikarang benar-benar bakal menjadi zona internasional… seperti tertulis disini
Macet Pembangunan Fly Over Cikarang di mycityblogging….
Categories: jababeka · public places · tempat di cikarang baru
Tagged: bekasi, cikarang, jababeka, kawasan industri, kota jababeka
Cukup terkejut saya setelah memperhatikan ternyata di lingkungan perumahan kita, susah sekali ditemukan pohon yang tidak divandalisasi oleh segala poster dan tempelan partai dan caleg. Huh!!
Ini tips mempertahankan pohon di depan rumah kita, di pinggir jalan, dari tempelan segala hal yang mengganggu dan tidak indah itu. Tanam saja tanaman tempel atau tanaman merambat!!!

Categories: public places


Foto selasa pagi kemarin di sekitar pintu belakang cikarang baru…
Categories: tempat di cikarang baru
Tagged: cikarang
Nasib pasar tradisional? Lihat saja pasar tradisional di Cikarang Baru ini. Namanya dulu Passimal. Katanya artinya pasar siang malam, bisa aja bikin singkatan. Singkatang Jababeka saja sudah aneh ini ada singkatan yang lebih aneh lagi. Pasarnya seperti apa? Bau, becek, tak teratur, kotor. Benar-benar menurunkan semangat membeli, bukan meningkatkan hasrat kita membeli sesuatu.
Pasar Tradisional Passimal tinggal kenangan, sekarang era-nya Pasar Modern. Mmmm… lebih mendingan, bangunan permanen dua lantai, tapi lantai atas-nya masih kosong. Berjualan semua kebutuhan sehari-hari dari beras, sayuran sampai buah dan ikan segar yg masih berenang di kolam-nya. Kayaknya yg jualan disitu sebagian besar adalah mantan penghuni Passimal. Jadi meskipun sedikit terbantu oleh kondisi infrastruktur pasar tradisionalnya, namun sikap mentalnya belum berubah. Inilah contoh fasilitas yang lebih maju dari pengguna fasilitasnya. Akibatnya? lantai basah, pasar bau, sumpek kurang sirkulasi udara, agak gelap. Lagi-lagi, tidak menarik minat untuk membelanjakan sesuatu disana.
Coba bandingkan dengan Alfa Supermarket (sekarang malah diakuisisi Carrefour Express) dan ritel-ritel kecil macam Alfamart dan Indomaret. Wah, gak tega menuliskan perbedaannya…
Penulis yang sebenernya ingin sekali ikut menggerakkan perekonomian rakyat, dengan berbelanja ke pasar tradisional dibanding ke carrefour, ternyata di ujungnya masih mendingan mampir ke Plaza JB Carrefour Express atau malah ke Alfa/Indomaret.
Hhhh… bagaimana pasar tradisional itu akan bertahan ya?
Tapi hati penulis sejuk kembali setelah mengingat Pasar (tradisional) Lodaya di Bandung. Bersih, teratur, tidak perlu nawar, serba ada. Nyaman…
Categories: public places
Tagged: bekasi, cikarang, Indonesia, pasar, tradisional
December 15, 2007 · 1 Comment
Minggu lalu saat sedang ngobrol di siang hari bolong di suatu rumah daerah Jl Singa tiba-tiba tampak dua orang turun dari atas atap sebuah rumah, mukanya tegang sekali, membawa kayu balok, satu orang terlihat darah mengucur dari kepalanya. Mereka tergesa lari seperti maling baru ketahuan…
Belum selesai terpana melihat kejadian itu datanglah lagi orang-orang lain dengan muka yang jauh lebih tegang, cenderung berangasan, tampak berlari sambil mencari seseorang. Membawa batang kayu, berdarah-darah juga.
Lalu ada kabar tentang pencurian sebuah mobil kijang yang diparkir di pinggir jalan di daerah Jl Puspita.
Terutama kisah pertama diatas membuat penulis tertegun: kriminalitas, seperti telur busuk diantara banyak telur baik, tidak bisa dilepaskan dari sebuah komunitas masyarakat. Either you need it or not, you want it or not, they’ll be there.
Categories: Uncategorized
Tagged: cikarang, kriminalitas
Post diambil dari sini
Foto2 disini diambil oleh rekan2 pesepeda Cikarang yang tergabung dalam “Bike to Work” dan “Jacyco”.

Ternyata pesertanya boanyak juga, angka pasti kurang tau tapi seribu-an jg ada. Selamat dan sukses untuk Jababeka, President University, dan para sponsor yg mendukung The Botol Sosro dan United Bike.


B2W diberi jatah stand lho, lumayan ramai

Sebelum start seribuan sepeda

Komunitas sepeda tua


Ribuan pesepeda dan kota hijau Jababeka

Biar seger ada dancer (BO)
Tentang President University
Tentang Jababeka
Categories: sport
Perhatikanlah jika malam minggu, atau malam hari libur yang lain, jalur hijau di Jl Kasuari Raya, yang sekitas Ruko Roxy dan Passimal, Kompleks Cikarang Baru, akan penuh dengan manusia yang duduk-duduk. Mereka memperlakukan jalur hijau dibawah kabel tegangan tinggi itu sebagaimana layaknya sebuah taman atau fasilitas umum (fasum).
Mungkin saja Jababeka memang mengalokasikan area tersebut sebagai fasum? Entahlah. Melihat nilai ekonomi daerah itu, saya tidak yakin jika memang tidak ada kabel tegangan tinggi, akan tetap difungsikan sebagi fasum? Jangan2 sudah berdiri ruko.
Secara teoritis perbadingan antara fasum+fasos (fasilitas sosial) dengan area perumahan memang harus seimbang. Peraturannya saya pernah dengar memang ada, dan setiap pengembang perumahan wajib memenuhi. Terusterang jumlah orang yang kongkouw2 di jalur hijau itu di mlm libur yang cerah, sudah menunjukkan kalau proporsi fasum tidak seimbang. Terlihat ‘crowded’.
Kebayang gak kalau nanti lapangan2 bola (seperti di sekitar Plz JB sekarang) sudah jadi bangunan? Makin sumpek!
Categories: Uncategorized
Tagged: cikarang, jababeka
October 25, 2007 · 1 Comment
Coba perhatiin kanal ini. Ini saya foto dari jembatan pertama kalimalang dari arah tegalgede menuju pintu belakang (Pintu Kalimalang, calon pintu tol KM34) Cikarang Baru.

(foto diambil 20/10/2007)
COCOK!!
Air tenang, lebar, lintasan cukup panjang, lurus, ada beberapa jembatan yang tinggi. Pas buat Rowing/Canoe-ing!!
Ada yang tau kemana beli canoe? Berapa harganya?
Waktu itu lihat canoe di EIGER Cihampelas, katanya tidak untuk dijual.
Categories: sport
Tagged: canoe, rowing
Baru nemu nih, ternyata ada mailing list khusus penghuni kompleks Cikarang Baru.
Ceritanya dari kemarin sudah punya niat buat membangun milis ttg Cikarang Baru. Maunya biar bisa saling mengisi dengan blog ini. Dengan pede-nya membuat milis dg nama ‘cikarang baru’ di yahoogroups… Eeee ternyata sudah ada tuh: cikarangbaru@yahoogroups.com wah underestimate penetrasi mailing list di kompleks sendiri nih.
Sekilas dilihat ada sekitar 60email sebulan. Hhmm, kayaknya masih santai ini milis. Baru hari ini gabung, tar cerita lagi deh kalo dah ngikutin.
Categories: Uncategorized
Tagged: cikarang, milis