Rekaman fun bike Jababeka/Cikarang Baru hari minggu 2 Agt 2009 kemarin. Berbeda dengan funbike yang lalu… kali ini funbike start dan finish di Plaza JB.
Foto-foto diambil dari post foto di Blog Om Ardian…



Cukup terkejut saya setelah memperhatikan ternyata di lingkungan perumahan kita, susah sekali ditemukan pohon yang tidak divandalisasi oleh segala poster dan tempelan partai dan caleg. Huh!!
Ini tips mempertahankan pohon di depan rumah kita, di pinggir jalan, dari tempelan segala hal yang mengganggu dan tidak indah itu. Tanam saja tanaman tempel atau tanaman merambat!!!

→ Leave a CommentCategories: public places
Nasib pasar tradisional? Lihat saja pasar tradisional di Cikarang Baru ini. Namanya dulu Passimal. Katanya artinya pasar siang malam, bisa aja bikin singkatan. Singkatang Jababeka saja sudah aneh ini ada singkatan yang lebih aneh lagi. Pasarnya seperti apa? Bau, becek, tak teratur, kotor. Benar-benar menurunkan semangat membeli, bukan meningkatkan hasrat kita membeli sesuatu.
Pasar Tradisional Passimal tinggal kenangan, sekarang era-nya Pasar Modern. Mmmm… lebih mendingan, bangunan permanen dua lantai, tapi lantai atas-nya masih kosong. Berjualan semua kebutuhan sehari-hari dari beras, sayuran sampai buah dan ikan segar yg masih berenang di kolam-nya. Kayaknya yg jualan disitu sebagian besar adalah mantan penghuni Passimal. Jadi meskipun sedikit terbantu oleh kondisi infrastruktur pasar tradisionalnya, namun sikap mentalnya belum berubah. Inilah contoh fasilitas yang lebih maju dari pengguna fasilitasnya. Akibatnya? lantai basah, pasar bau, sumpek kurang sirkulasi udara, agak gelap. Lagi-lagi, tidak menarik minat untuk membelanjakan sesuatu disana.
Coba bandingkan dengan Alfa Supermarket (sekarang malah diakuisisi Carrefour Express) dan ritel-ritel kecil macam Alfamart dan Indomaret. Wah, gak tega menuliskan perbedaannya…
Penulis yang sebenernya ingin sekali ikut menggerakkan perekonomian rakyat, dengan berbelanja ke pasar tradisional dibanding ke carrefour, ternyata di ujungnya masih mendingan mampir ke Plaza JB Carrefour Express atau malah ke Alfa/Indomaret.
Hhhh… bagaimana pasar tradisional itu akan bertahan ya?
Tapi hati penulis sejuk kembali setelah mengingat Pasar (tradisional) Lodaya di Bandung. Bersih, teratur, tidak perlu nawar, serba ada. Nyaman…
→ 5 CommentsCategories: public places
Tagged: bekasi, cikarang, Indonesia, pasar, tradisional
Minggu lalu saat sedang ngobrol di siang hari bolong di suatu rumah daerah Jl Singa tiba-tiba tampak dua orang turun dari atas atap sebuah rumah, mukanya tegang sekali, membawa kayu balok, satu orang terlihat darah mengucur dari kepalanya. Mereka tergesa lari seperti maling baru ketahuan…
Belum selesai terpana melihat kejadian itu datanglah lagi orang-orang lain dengan muka yang jauh lebih tegang, cenderung berangasan, tampak berlari sambil mencari seseorang. Membawa batang kayu, berdarah-darah juga.
Lalu ada kabar tentang pencurian sebuah mobil kijang yang diparkir di pinggir jalan di daerah Jl Puspita.
Terutama kisah pertama diatas membuat penulis tertegun: kriminalitas, seperti telur busuk diantara banyak telur baik, tidak bisa dilepaskan dari sebuah komunitas masyarakat. Either you need it or not, you want it or not, they’ll be there.
→ 1 CommentCategories: Uncategorized
Tagged: cikarang, kriminalitas
Post diambil dari sini
Foto2 disini diambil oleh rekan2 pesepeda Cikarang yang tergabung dalam “Bike to Work” dan “Jacyco”.

Ternyata pesertanya boanyak juga, angka pasti kurang tau tapi seribu-an jg ada. Selamat dan sukses untuk Jababeka, President University, dan para sponsor yg mendukung The Botol Sosro dan United Bike.


B2W diberi jatah stand lho, lumayan ramai

Sebelum start seribuan sepeda

Komunitas sepeda tua


Ribuan pesepeda dan kota hijau Jababeka

Biar seger ada dancer (BO)
Tentang President University
Tentang Jababeka
→ 2 CommentsCategories: sport
Perhatikanlah jika malam minggu, atau malam hari libur yang lain, jalur hijau di Jl Kasuari Raya, yang sekitas Ruko Roxy dan Passimal, Kompleks Cikarang Baru, akan penuh dengan manusia yang duduk-duduk. Mereka memperlakukan jalur hijau dibawah kabel tegangan tinggi itu sebagaimana layaknya sebuah taman atau fasilitas umum (fasum).
Mungkin saja Jababeka memang mengalokasikan area tersebut sebagai fasum? Entahlah. Melihat nilai ekonomi daerah itu, saya tidak yakin jika memang tidak ada kabel tegangan tinggi, akan tetap difungsikan sebagi fasum? Jangan2 sudah berdiri ruko.
Secara teoritis perbadingan antara fasum+fasos (fasilitas sosial) dengan area perumahan memang harus seimbang. Peraturannya saya pernah dengar memang ada, dan setiap pengembang perumahan wajib memenuhi. Terusterang jumlah orang yang kongkouw2 di jalur hijau itu di mlm libur yang cerah, sudah menunjukkan kalau proporsi fasum tidak seimbang. Terlihat ‘crowded’.
Kebayang gak kalau nanti lapangan2 bola (seperti di sekitar Plz JB sekarang) sudah jadi bangunan? Makin sumpek!
→ 6 CommentsCategories: Uncategorized
Tagged: cikarang, jababeka
Coba perhatiin kanal ini. Ini saya foto dari jembatan pertama kalimalang dari arah tegalgede menuju pintu belakang (Pintu Kalimalang, calon pintu tol KM34) Cikarang Baru.

(foto diambil 20/10/2007)
COCOK!!
Air tenang, lebar, lintasan cukup panjang, lurus, ada beberapa jembatan yang tinggi. Pas buat Rowing/Canoe-ing!!
Ada yang tau kemana beli canoe? Berapa harganya?
Waktu itu lihat canoe di EIGER Cihampelas, katanya tidak untuk dijual.
→ 1 CommentCategories: sport
Tagged: canoe, rowing